General Contraktor

Keterbatasan lahan ini justru melahirkan desain bangunan yang menarik. Desain rumah dirancang memanjang di atas sisa lahan yang diperbolehkan. Dinding kaca tampak memenuhi bagian depan bangunan. Inilah salah satu siasat memperluas ruang dalam, yang berukuran relatif mungil.

Konsep bangunan bertumpuk dipilih untuk memenuhi kebutuhan ruangan, lantai bawah berfungsi sebagai ruang publik dan semi publik, lantai atas sebagai area privat. Hanya dengan cara ini , tuntutan kebutuhan ruang terpenuhi.

Masuk ke area depan bangunan , kita akan menemui teras kayu, teras berbentuk memanjang ke samping dan dibuat seolah – olah menjadi satu bagian dengan ruang dalam. Pada lantai bawah ,lay out dirancang menerus tanpa sekat. Foyer, ruang makan, dan pantry menyatu dalam satu ruang yang melebar. Lantai bawah memiliki plafon setinggi 2,2 m. Dinding depan memiliki pintu – pintu kaca yang dapat dibuka lebar hingga seakan – akan menyatukan ruang dalam dengan teras depan. Upaya ini secara tidak langsung mempengaruhi imajinasi kita seolah – olah ruang utama di lantai bawah lebih luas dari ukuran aslinya.

Lantai atas diakses lewat tangga kayu berbentuk garis lurus. Dilantai atas, pada bagian tengah, terdapat ruang keluarga. Ruang ini dikelilingi oleh kamar tidur utama, ruang kerja, kamar anak, dan kamar mandi. Letak ruangan keluarga ini strategis karena dari sana kita dapat mengakses seluruh ruang yang mengitarinya dengan mudah dan cepat. Kita pun mudah melihat lingkungan luar lewat jendela kaca di sepanjang dinding yang menghadap ke depan rumah kita.

Fasad gerbong kereta

Bangunan rumah berbentuk persegi panjang, didalamnya menampung berbagai kebutuhan ruang yang terbagi dalam dua lantai. Bangunan diperkuat dengan teritisan atap selebar 2,5 m. Ini untuk menaungi permukaan kaca trasparan yang ada dibawahnya. Dari kejauhan, bentuk ini menyerupai gerbong kereta.

Membagi lantai

Rumah memiliki dua lantai, penghubungnya berupa tangga kayu. Lembar tangga 80 cm, beda tinggi setiap pijakan 18 cm. Di depan tangga ditempatkan satu set meja bar mini sebagai alternatif ruang duduk di lantai bawah.

 

Foyer berdinding kayu

Foyer berukuran 3,3 m x 3,3 m digunakan sebagai ruang transisi sekaligus ruang tunggu tamu. Lantai terbuat dari parket kayu. Dinding dipasangi kayu berkisisi – kisi. Satu bench berbahan chenille warna kuning menjadi furnitur utama. Bench ditopang empat kaki stainless steel.

 

Halaman depan

Peraturan GSB 10 m menghasilkan halaman besar di depan rumah. Area berukuran 15,6 m x 10 m dapat menjadi area rekreasi keluarga. Sebuah alternatif tempat bermain sanak keluarga atau kerabat dekat, halaman dipenuhi beragam pohon dan tanaman hijau sehingga terasa asri dan teduh.

 

Kolam dan teras

Kolam berukuran 3,3 m x 2 m ditempatkan disekitar teras depan, kedalaman 40 cm. Teras 2 m x 10 m berbahan papan kayu. Jika pintu kaca dibuka, teras berperan sebagai bagian ruang dalam.

 

Kamar tidur sekaligus balkon

Jendela kamar utama dirancang besar dan lebar ukurannya 3,3 m x2,4 m dan dapat dibuka tutup sesuai kebutuhan. Dibelakang jendela terpasang railing besi bercat putih. Railing setinggi 80 cm itu berperan sebagai balkon dna pembatas antara kamar dengan ruang luar.

 

Pantry mungil

Pantry bersebelahan dengan dapur dan ruang makan, berukuran 3 m x 1,5 m, cukup memenuhi untuk kegiatan memasak masakan ringan. Meja panty berbahan beton. Finishing dengan plester semen aci. Cabinet atas dan bawah dari multipleks 18 mm yang di cat putih. Kesannya mungil dan sederhana.

 

Kamar anak dan ranjang berlaci

Kamar anak berada di lantai atas, luasnya 10,8 m2, dengan ranjang kayu sebagai furnitur utama. Bagian bawah ranjang dilengkapi laci penyimpanan, dengan demikian berbagai mainan dapat disimpan lebih teratur dan rapi.

 

Ruang favorit kumpul keluarga

Ruang keluarga dilantai dua, segala aktivitas keluarga atau kerabat dekat sering berlangsung disini. Ruang berukuran 6,6 m x5 m ini dapat menampung 10 orang. Ruang di isi satu set sofa berbahan kain, dua kursi tambahan , serta dua meja untuk menempatkan sajian dan aneka aksesoris interior.

 

Organisasi ruang

Lantai dua berporos pada ruang keluarga. Dari sini ada aksen menuju kamar anak melalui koridor selebar 1 m, koridor dibatasi railing bercat putih untuk menjaga keamanan. Tangga kayu model segaris merupakan satu – satunya akses menuju lantai atas, agar terang, pada atap tangga dipasang skylight dari kombinasi kisi – kisi kayu dan kaca.

 

Tembus pandang

Dilantai satu terdapat ruang makan, dapur, dan ruang tamu. Ketiga ruang ini menyatu tanpa sekat,dinding bagian depan berupa pintu masing – masing berukuran 330 cm x 220 cm. Pintu ini dibuat tanpa kusen, engselnya berupa pivot. Deretan pintu ini membuat ruang dalam lebih lega karena terasa menyatu dengan halaman depan rumah.

Kamar mandi dinding kaca

Kamar mandi berukuran 2,5 m x 1,2 m terletak di lantai dua. Dinding kamar mandi didominasi keramik hitam berukuran 5 cm x 5 cm, pada salah satu pojok ruang terpasang kaca sandblast setebal 10 mm. Di balik kaca tergambar efek bayangan dari pohon yang tumbuh di luar. Efek bayangan ini membuat suasana kamar mandi lebih dramatis.

 

Dikutip dari ” Idea”

 

CV. JAYAWAN
TELP/FAX 021-22950276
HP/Whatsapp 0812 8703 0528
Email bangun_rumah@jayawan.com / dedentanuwijaya@gmail.com
Alamat Jl. Grand Nusa Indah   Gandoang Rt. 03 Rw 04 Kec.    Cileungsi Kab.Bogor 16820

 

Artikel Lainya

Pasang Baja Ringan

Atap Metal Berpasir

Jual Pasir

Jasa Bangun Rumah

Pemasangan Plafon & Partisi Gypsum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsored By
pasang baja ringan

material

distributor baja ringan

Facebook
Facebook By Weblizar Powered By Weblizar